Tahukah Anda Berapa Gaji Pramugari ?

Berikut ini adalah 10 Rahasia Mengejutkan dari Pekerjaan seorang Pramugari  ygn dikutip dari 9beritaterbaru. Fakta-fakta dibawah ini diungkapkan oleh Heather Poole, yang sudah bekerja selama 15 tahun di dunia penerbangan. Berikut ini adalah rahasia yang mungkin sedikit orang mengetahui:

Jika Pintu Pesawat Terbuka, Kami Tidak Dibayar
Anda tahu kan ketika waktu pra-penerbangan dimana kami memindahkan tas-tas ke kabin atas kepala? Itu tidak dicantumkan dalam slip gaji kami. Pramugari hanya dibayar untuk "jam penerbangan" saja. Artinya, jam tersebut tidaklah dimulai sampai Pesawat didorong mundur menjauh dari Gate. Penundaan, Pembatalan dan Persinggahan penerbangan mempengaruhi kami sebagaimana juga penumpang, bahkan mungkin lebih untuk kami.


Namun tidaklah semua Maskapai tidak mempunyai hati. Dari saat kami masuk ke Bandara sampai Pesawat meluncur kembali di basis Gate kami, kami mendapatkan ongkos tunjangan US$ 1,5 per jam. Tidak banyak namun cukup.



Sulit untuk Mendapatkan Pekerjaan ini

Kompetisi disini sengit, Ketika
Delta Air Lines (Maskapai Penerbangan Terbesar di Dunia dari AS) membuka lamaran untuk 1.000 orang, jumlah yang melamar sampai 100.000 orang. Bahkan jumlah penerimaan Universitas Harvard tidaklah serendah itu! Kebanyakan pelamar bahkan mempunyai gelar, ada yang sebelumnya berprofesi sebagai dokter atau pengacara. Namun Anda tidak membutuhkan gelar hukum agar kaki anda bisa melangkah kedalam jetway, kesempatan anda diterima lebih besar apabila menguasai bahasa kedua. Pengalaman bekerja sebagai customer service atau pernah bekerja di maskapai lain merupakan tanda anda bisa menangani gaya hidup penumpang.


4% pelamar yang mendapatkan panggilan wawancara benar-benar harus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan pekerjaan ini. Sebagaimana yang kami bilang, Pramugari harus merelakan rambutnya dipotong dan pergi kemanapun. Dan jika anda tidak bisa bertahan dengan pendapatan US$ 18.000 per tahun (jumlah kebanyakan gaji pramugari baru), janganlah berfikir untuk mengajukan lamaran.



Kami bisa saja terlalu tinggi atau terlalu pendek untuk Terbang


Selama masa kejayaan Maskapai PanAm di 1960an, ada peraturan ketat untuk pramugari. Mereka setidaknya harus memiliki tinggi badan 157 cm, Berat bedan tidak lebih dari 58,5 kg dan berhenti sebelum usia 32 tahun. Mereka juga tidak bisa menikah dan punya anak. Akibatnya, para Perempuan rata-rata hanya bertahan 18 bulan bekerja sebagai Pramugari.
Pada tahun 1970an, Organisasi Stewardesses for Women's Rights memaksa Maskapai mengubah peraturan. Pengunduran sukarela adalah hal yang pertama dihapus. Pada tahun 1980an, Pelarangan Pernikahan juga hilang. Saat ini, selama para Pramugari bisa melakukan pekerjaannya dan lulus program pelatihan tahunan, kami bisa terus terbang.



Untuk batas berat badan, Kebanyakan peraturan itu menghilang di tahun 1990an. Hari ini, Peraturan utama adalah keselamatan: Pramugari yang tidak bisa duduk di jumpseat tanpa sabuk pengaman tambahan atau tidak bisa masuk melalui jendela keluar darurat tidak memenuhi syarat untuk terbang. Hal yang sama berlaku untuk batas tinggi badan, kami harus cukup tinggi untuk menganmbil peralatan dari bagasi atas, namun tidak boleh terlalu tinggi sampai kepala kami membentur atap kabin. Artinya, tinggi badan yang disarankan untuk pramugari mempunyai rentang 160-185 cm, disesuaikan dengan jenis Pesawat.



Kami bisa dipecat karena alasan-alasan aneh

Pramugari baru ditempatkan dalam masa percobaan ketat selama 6 bulan pertama. Ada seorang Pramugari baru yang kehilangan pekerjaannya karena mengikat
sweater seragam di pinggangnya. Pramugari lainnya dirumahkan karena berpura-pura menjadi Pramugari berpengalaman agar ia bisa terbang gratis untuk pulang ke rumahnya (Tunjangan perjalanan tidak berlaku sampai masa percobaan selesai). Namun Pelanggaran yang paling mengejutkan adalah terbang ketika sakit. Jika kami sakit, kami tidak diperbolehkan terbang, meski sebagai penumpang di maskapai lain. Itu bisa membuat kami dipecat seketika.


Diet Coke adalah Musuh bebuyutan Kami!

Dari semua minuman yang kami hidangkan, Diet Coke memakan waktu terlama untuk dituang, ruapnya tidak akan hilang di atas ketinggian 35.000 kaki. Dalam satu waktu penuangan secangkir Diet Coke, saya bisa menyediakan minuman berbeda untuk tiga penumpang.



Jika Anda mencoba menyelinapkan Jasad seseorang ke dalam Pesawat, Kami akan Mengetahuinya


Ada kisah penumpang dari Miami yang mencoba terbang dengan jenazah ibunya didalam sebuah tas garmen. Mengapa ada orang melakukan hal itu? Karena biaya pengiriman jasad manusia di AS mahal! Harganya berbeda tergantung tujuan, biayanya bisa sampai US$ 5.000. Maskapai menerbangkan jenazah manusia setiap hari, dan karena pengurus pemakaman yang mengatur penerbangan ini ditawarkan air miles untuk kesetiaan mereka, mereka tidak selalu mempedulikan soal ongkos terendah.


Syukurnya, saya tidak pernah mendapatkan seseorang menyelinapkan penumpang wafat ke pesawat, namun teman sekamar saya pernah. Ia tahu seorang Bapak yang sudah meninggal saat Bapak itu terlihat pucat dan terkulai begitu saja di kursi roda, meski istri dan putrinya memastikan bahwa si Bapak sedang menderita flu. Di tengah penerbangan, Pesawat terpaksa mendarat darurat setelah jelas tidak ada obat flu yang bisa menyadarkannya.



Tidak ada orang yang secara resmi wafat dalam penerbangan kecuali ada dokter di Pesawat yang mengumumkannya. Dalam situasi langka seperti ini, para kru akan melakukan segalanya untuk mengatur situasi dengan peka dan hormat. Sayangnya, kebanyakan penerbangan penuh dengan penumpang, jadi tidaklah selalu mungkin untuk memindahkan penumpang tidak bernyawa ke barisan kursi kosong. Singapore Airlines adalah maskapai yang paling siap akan keadaan ini. Pesawatnya mempunyai sebuah "lemari mayat" untuk menyimpan jenazah jika situasi seperti ini muncul.



Kami juga akan mengetahui jika Anda mencoba bergabung dengan Mile High Club*

Mile High Club biasa terjadi saat ada antrian panjang penumpang yang ingin menggunakan toilet, dan 9 dari 10 kesempatan, penumpanglah yang meminta pramugari untuk campur tangan. Sebetulnya bergabung dengan Mile High Club tidaklah melanggar hukum, namun Anda melanggar hukum jika tidak mematuhi perintah anggota kru pesawat. Jika Kami meminta anda untuk menghentikan apapun yang anda lakukan, maka berhentilah! Atau anda akan menjalani percakapan yang aneh dengan teman satu tahanan anda.

*Mile High Club=Melakukan aktivitas seksual selama Penerbangan berlangsung



Kami ada di baris terdepan dalam menghadapi Perdagangan Manusia

Ketika saya pertama terbang, Saya tidak pernah mengimpikan bekerja sama dengan Polisi, namun kini itu menjadi bagian penting dari pekerjaan ini. Peran baru ini dimulai saat
Sandra Fiorini, seorang Pramugari American Airlines bersaksi di depan Congress tentang seorang penumpang pria 18 tahun membawa bayi yang baru lahir dengan tali pusar yang belum lepas. Tidak ada tanda-tanda dari ibunya, hanya satu botol susu dan dua popok di saku pria tersebut untuk penerbangan selama 6 jam. Ketika Fiorini melaporkan kecurigaannya pada pihak berwajib, ia tidak mendapatkan tanggapan.


Senioritas berarti rok yang lebih pendek


Lamanya masa kerja Kami tidak hanya menentukan rute terbang dan hari apa kami bisa libur, namun juga mempengaruhi tingkatan dalam tempat tinggal sementara kami seperti sebuah apartemen yang dihuni sebanyak 20 Pramugari. Senioritas ada dalam perbedaan letak bangku tidur di atas dan di bawah, lantai berapa kamar anda berada dan seberapa jauhnya ruangan anda dari daerah berisik seperti pintu dan tangga.


Senioritas bahkan menentukan panjangnya rok kami, kami tidak bisa melipat rok kami di atas batas tertentu sampai kami melewati masa percobaan. Jika sudah lewat, tidak apa-apa untuk memperpendek rok kami. Beberapa pilot usil mengambil keuntungan dari rok panjang, mereka tahu pramugari baru cenderung lebih tersanjung terhadap pendekatan yang dilakukan para pilot daripada pramugari senior. (Satu pramugari senior yang saya kenal dengan sengaja tetap mengenakan rok panjang hanya agar tetap bisa menarik perhatian para pilot!)



Anda belum pernah mengalami Turbulensi Ekstrim separah kami

Lebih dari 2 juta penumpang terbang di AS setiap hari, namun sejak 1980 hanya 3 orang yang tewas karena pengaruh langsung dari turbulensi. Dari kematian di atas, 2 penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman. Selama periode yang sama,
FAA mencatat lebih dari 300 cedera serius dari turbulensi, dan lebih dari 2/3 korban adalah Pramugari. Selama penumpang mengenakan sabuk pengaman, mereka lebih cenderung cedera dikarenakan barang bawaan yang jatuh daripada udara yang naik-turun.


Menariknya dalam beberapa Maskapai, cedera yang diderita Pramugari dalam Penerbangan tidak bisa secara resmi diklasifikasikan sebagai sebuah cedera dalam tugas kecuali jika dialami selama "turbulensi ekstrim" dimana sang Kapten kehilangan kendali Pesawat atau Pesawat menderita kerusakan badan. Dalam kedua kasus tersebut, Pesawat harus didaratkan dan diperiksa. Karena tidak ada yang mau memberhentikan sebuah pesawat dalam perjalanan, Para Kapten sangat ragu-ragu dalam memberi label "Turbulensi ekstrim". Seorang sahabat saya yang bekerja dekat dengan Manajemen Maskapai bilang kalau dia tidak pernah melihat seorang Pilot mencap udara yang buruk sebagai "Turbulensi ekstrim". Jadi saat lain kali anda gugup soal benturan di tengah penerbangan, ambil saja nafas dalam-dalam dan ingatkan diri anda, "Ini tidaklah ekstrim"



- Article Information: Informasi Besar Gaji Pramugari
- Ratting : 4.5

3 komentar

susah amat yak, jadi pramugari..

terlalu kecil...wkwkwk

nice infonya brooo..
jadi tau saya sekarang