Kilas Balik 2018: Langkah Awal Menggagas Digitalisasi dari Desa Dungaliyo

Table of Contents
Alfian Nangili saat pertama kali menjadi pembicara dalam workshop marketing online di desa dungaliyo gorontalo tahun 2018


Setiap praktisi yang hari ini bergerak di panggung nasional pasti memiliki titik mula tempat mereka pertama kali melangkah. Bagi saya pribadi, momen emosional itu terjadi pada bulan Desember tahun 2018 di sebuah aula desa di Kabupaten Gorontalo. 

Momen tersebut menjadi tonggak sejarah pertama kali saya memberanikan diri tampil untuk mengisi materi di depan publik sebagai seorang edukator digital marketing.

Agenda yang bertajuk Workshop Marketing Online ini mengusung tema yang cukup visioner pada masanya, yaitu "Digitalkan Bisnismu Secara Sistematis". 

Kegiatan ini lahir dari kolaborasi progresif antara pemuda kreatif yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Dungaliyo bersama Pemerintah Desa Dungaliyo, Kecamatan Dungaliyo.

Melihat kembali dokumentasi saat itu selalu mengingatkan saya bahwa misi besar eDigital.id untuk merajai ekosistem digital dari daerah sebenarnya sudah dimulai sejak bertahun-tahun lalu dari tingkat akar rumput.

Mengikis Keraguan Pemula Lewat Edukasi yang Membumi

Narasumber internet marketing alfian nangili bersama karang taruna dan pemerintah desa dungaliyo

Saat pertama kali berdiri sebagai pembicara di hadapan para pemuda desa dan pelaku usaha lokal, tantangan terbesarnya adalah bagaimana meruntuhkan pola pikir bahwa jualan online itu rumit. 

Pada hari pertama kelas seminar, saya memfokuskan materi pada konsep dasar internet marketing dan online marketing yang paling sederhana agar mudah dicerna oleh orang awam.

Sebagai narasumber pemula saat itu, saya menyadari bahwa masyarakat tidak butuh istilah-istilah bahasa asing yang membingungkan. 

Mereka butuh peta jalan yang jelas. Saya berusaha memosisikan diri bukan sebagai ahli atau pakar yang mendikte, melainkan sebagai seorang pemateri sekaligus rekan bertumbuh yang siap berbagi pengalaman praktis dari apa yang sudah saya uji coba sendiri di lapangan.

Antusiasme peserta yang luar biasa dalam sesi workshop tersebut mempertegas keyakinan saya bahwa potensi ekonomi digital di daerah kita sangat besar, asalkan mereka mendapatkan bimbingan dari mentor bisnis online yang tepat dan mau mendengarkan kendala mereka satu per satu.

Hari Kedua: Praktik Nyata Membangun Toko Online Desa

Praktisi digital marketing gorontalo alfian nangili mengisi materi pelatihan pembuatan website toko online

Sebuah pelatihan tidak akan memberikan dampak jangka panjang jika hanya berhenti di dalam ruang teori. 

Oleh karena itu, memasuki hari kedua, suasana kelas berubah menjadi jauh lebih dinamis. Kami langsung mengadakan sesi praktik intensif pembuatan website toko online secara mandiri untuk para peserta.

Bagi masyarakat awam atau pelaku usaha yang baru mulai dari nol, membangun sebuah aset digital sering kali dianggap sebagai pekerjaan orang IT yang jenius. 

Namun, dengan metode pendampingan interaktif yang saya terapkan sebagai trainer, para peserta dibimbing secara perlahan untuk merancang halaman toko online mereka sendiri agar siap digunakan untuk menerima pesanan secara otomatis.

Ruang belajar kelompok yang difasilitasi oleh karang taruna dan pemerintah desa ini menjadi modal dasar yang sangat berharga. 

Untuk beberapa peserta yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam, kami bahkan melanjutkan diskusi pasca-acara melalui program kursus sederhana dan layanan private mentoring agar aset digital yang sudah dibuat bisa terus teroptimasi dengan baik.

Melalui kombinasi langkah praktis tersebut, para pemuda desa dilatih untuk memahami dasar-dasar kerja sistem pencarian mesin digital layaknya seorang SEO expert sejak dini, sehingga bisnis yang mereka rintis dari desa bisa memiliki daya jangkau yang luas secara alami.


Konsistensi yang Terus Dirawat

Perjalanan dari sebuah aula desa di Kecamatan Dungaliyo pada tahun 2018 hingga akhirnya dipercaya memegang berbagai panggung pelatihan berskala nasional mengajarkan saya banyak hal. 

Inti dari digital marketing bukan terletak pada kecanggihan teknologi yang kita gunakan, melainkan pada konsistensi kita untuk terus belajar dan mempraktikkannya langsung di lapangan.

Terima kasih untuk Karang Taruna dan Pemerintah Desa Dungaliyo yang telah menjadi bagian dari lembaran pertama perjalanan karier saya. 

Sinergi seperti inilah yang akan terus saya bawa bersama eDigital.id untuk memastikan lebih banyak lagi pelaku usaha lokal yang mampu naik kelas dan berdaulat di ekosistem digital mereka sendiri.

Posting Komentar